Saturday, 11 October 2008 |
 
Newsflash
 

Main Menu
Home
Readers Letter
The Park
The Leader
More About U
Exotic Leader
Inspiring Movie
Coffee Break

 

Andakah Pemimpin yang Pantas Diperhitungkan di Tahun 2007?

‘There’s no underdeveloped country, there is only under-managed country,’ Ini kutipan yang sangat menarik dari seorang ahli, Peter Drucker.  Bila disesuaikan dengan konteks Indonesia, country itu bisa diterjemahkan sebagai daerah, sebagai kabupaten atau kota. Maka pernyataannya menjadi: “tidak ada daerah yang tidak berkembang, yang ada adalah daerah yang tidak dikelola dengan baik.” Bila seluruh daerah di Indonesia ini dikelola dengan baik, maka keseluruhan bangsa ini siap menghadapi persaingan dunia global sekarang ini dan masa depan.

Dalam konteks Indonesia, para pemimpinnya telah memberikan sederet bukti kemampukelolaan daerah. Mari kita perhatikan bahwa ada daerah dengan SDA miskin, PAD rendah, APBD rendah, tetapi justru masyarakatnya sejahtera? Mengapa ada banyak daerah dengan SDA tinggi, PAD tinggi, dana bagi hasil besar, tetapi malah sebagian besar rakyatnya miskin? Jelas, bahwa ini disebabkan karena faktor kepemimpinan. Kepemimpinan sangat erat berhubungan dengan hasil. Namun hanya sedikit pemimpin bangsa ini yang benar-benar membuktikan janji-janji kampanyenya dengan riil dan konkrit yang bisa dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat.

Begitu banyak pemimpin di bumi Indonesia ini, mulai dari pemimpin nasional sampai para pemimpin bangsa di daerah. Bahkan ada yang begitu bernafsu menjadi pemimpin sampai-sampai ikut pilkada bersamaan di dua tempat. Kalah disana, kalah lagi disitu, dan ikut lagi ditempat lain, ini membuktikan bahwa nafsu berkuasa lebih tinggi daripada kemauan berkarya bagi kesejahteraan masyarakat di daerah.

Nah, menurut saya, ada empat tipe kepemimpinan bangsa ini. Pertama, adalah tipe kepemimpinan yang mampu melakukan sesuatu kemajuan demi kesejahteraan rakyatnya. Kedua, adalah tipe kepemimpinan yang mampu menganalisa bagaimana pemimpin tipe pertama tadi melakukannya. Ketiga adalah tipe kepemimpinan yang mampu menyejahterakan dirinya sendiri. Keempat, adalah tipe kepemimpinan yang sedang memilih antara pemimpin tipe pertama, tipe kedua atau tipe ketiga.

Tipe-tipe kepemimpinan ini bisa dilihat dari proses-proses yang sedang dikerjakan oleh para pemimpin dalam mencapai tujuannya. Tidak semata-mata dari hasil akhir yang dicapainya. Inilah yang menarik, bahwa proses-proses itu bisa dilihat dengan mudah oleh orang lain baik yang dipimpinnya secara langsung atau khalayak umum yang terkena outcome atau kemanfaatan dari kepemimpinannya. Maka disinilah para follower dan publik memiliki kuasa untuk menilai dan mengkategorikan tipe apa para pemimpinnya.

Karena itulah maka hanya kepemimpinan yang unggul yang layak mendapatkan tempat di masyarakat. Kepemimpinan unggul inilah yang layak mendapatkan penghargaan dan penghormatan yang pantas. Mereka para pemimpin unggul yang memimpin dengan orientasi menjayakan dan menyejahterakan rakyatnya. Tantangan bagi kepemimpinan unggul dimasa kini dan masa depan.

 

Andakah salah satu pemimpin bangsa yang pantas diperhitungkan?

 

Salam hangat dari kami,

Danang Girindrawardana

Direktur LeadershipPark.

 
Bicara 12 Menit ?
Susahkah untuk bicara? Gampang-gampang susahlah. Orang bisa bicara apaActive Image saja di era Sample Imageketerbukaan sekarang ini. Ceplas-ceplos sah saja. Eit, tapi nanti dulu. Bila yang bicara adalah kebetulan tokoh yang dikenal bersih dan kebetulan bisa jadi apa yang dibicarakan adalah mengenai tokoh lain. Apalagi yang sedang terjadi adalah sebuah pengakuan dan sekaligus menggulirkan sinyalemen tuduhan. Sebuah kejadian besar mengenai ‘bicara’ telah menciptakan gempa baru.
Read more...
 
Bantul Berprestasi Betul Era Kepemimpinan Idham Samawi
Active Image“Saat pertama kali, saya tidak mau memimpin dengan meraba-raba di tempat yang gelap sehingga saya tidak tahu apa isinya”, ujarnya memulai percakapan dengan LeadershipPark siang itu. Idham Samawi memulai dengan menetapkan 3 langkah penting, yaitu dengan mengumpulkan semua instansi dari mulai kepala kepala dinas, kepala kantor, sampai camat untuk memaparkan masalah di daerahnya.
Read more...
 
Idi Amin - Dua Sisi sang Komandan
Nicholas Garrigan (James McAvoy) adalah seorang seorang dokter muda asal Skotlandia. Setelah lulus menjadi seorang dokter memilih “terbang” ke Uganda, sebuah negara di benua Afrika untuk mengabdi. Kepergiannya ke Uganda pada dekade itu sebenarnya bukanlah pilihan baik. Karena pada saat itu baru saja terjadi peralihan kekuasaan tak berdarah oleh Junta Militer pimpinan Idi Amin dari Milton Obote. Hal ini luput dari perhatian sang dokter muda. Lulus dari almamaternya, Garrigan memenuhi panggilan seniornya, Dr Merrit (Adam Kotz) untuk terjun dalam misi kemanusiaan di Benua Hitam itu. Dalam suatu peristiwa secara tak terduga mempertemukannya dengan Idi Amin (Forest Whitaker).
Read more...
 
Winasa Leadership Outlook 2007
Active Image“Andai ada seratus Winasa diseratus kabupaten, mungkin bangsa ini sudah separoh keluar dari krisis.” Kata tokoh dari Sumatera Utara yang kami temui di Jakarta. Kami sedang minta pendapat tokoh nasional ini untuk menemukan siapa lagi tokoh daerah terbaik di Indonesia? Jawaban itu membuat kami tertegun. Dalam hati kami bertanya-tanya benarkah Winasa begitu fenomenal?
Read more...
 
Leadership dan Sex
Active ImageWow, sekilas judul tersebut terkesan ‘sexy’ dan mengundang ingin tahu. Sepertinya tidak ada hubungan diantara keduanya. Yang pasti segala sesuatu yang berbau seks pasti –disadari atau tidak- selalu menarik rasa ingin tahu, sesuai dengan fitrah manusia.
Read more...
 
Go to top of page Go to top of page
 
Polls
Who's Online

 
 
|

Leadership-Park IT Divisi 2007

Saturday, 11 October 2008 Saksikan LEADERSHIP AWARD 2007 di TVRI setiap hari jam 15.00 WIB - 3ipExpo (Indonesia Integrated Investment Expo) Bali 07 - 16 Desember 2007