‘There’s no underdeveloped country, there is only under-managed country,’ Ini kutipan yang sangat menarik dari seorang ahli, Peter Drucker. Bila disesuaikan dengan konteks Indonesia, country itu bisa diterjemahkan sebagai daerah, sebagai kabupaten atau kota. Maka pernyataannya menjadi: “tidak ada daerah yang tidak berkembang, yang ada adalah daerah yang tidak dikelola dengan baik.” Bila seluruh daerah di Indonesia ini dikelola dengan baik, maka keseluruhan bangsa ini siap menghadapi persaingan dunia global sekarang ini dan masa depan.
Dalam konteks Indonesia, para pemimpinnya telah memberikan sederet bukti kemampukelolaan daerah. Mari kita perhatikan bahwa ada daerah dengan SDA miskin, PAD rendah, APBD rendah, tetapi justru masyarakatnya sejahtera? Mengapa ada banyak daerah dengan SDA tinggi, PAD tinggi, dana bagi hasil besar, tetapi malah sebagian besar rakyatnya miskin? Jelas, bahwa ini disebabkan karena faktor kepemimpinan. Kepemimpinan sangat erat berhubungan dengan hasil. Namun hanya sedikit pemimpin bangsa ini yang benar-benar membuktikan janji-janji kampanyenya dengan riil dan konkrit yang bisa dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat.
Begitu banyak pemimpin di bumi Indonesia ini, mulai dari pemimpin nasional sampai para pemimpin bangsa di daerah. Bahkan ada yang begitu bernafsu menjadi pemimpin sampai-sampai ikut pilkada bersamaan di dua tempat. Kalah disana, kalah lagi disitu, dan ikut lagi ditempat lain, ini membuktikan bahwa nafsu berkuasa lebih tinggi daripada kemauan berkarya bagi kesejahteraan masyarakat di daerah.
Nah, menurut saya, ada empat tipe kepemimpinan bangsa ini. Pertama, adalah tipe kepemimpinan yang mampu melakukan sesuatu kemajuan demi kesejahteraan rakyatnya. Kedua, adalah tipe kepemimpinan yang mampu menganalisa bagaimana pemimpin tipe pertama tadi melakukannya. Ketiga adalah tipe kepemimpinan yang mampu menyejahterakan dirinya sendiri. Keempat, adalah tipe kepemimpinan yang sedang memilih antara pemimpin tipe pertama, tipe kedua atau tipe ketiga.
Tipe-tipe kepemimpinan ini bisa dilihat dari proses-proses yang sedang dikerjakan oleh para pemimpin dalam mencapai tujuannya. Tidak semata-mata dari hasil akhir yang dicapainya. Inilah yang menarik, bahwa proses-proses itu bisa dilihat dengan mudah oleh orang lain baik yang dipimpinnya secara langsung atau khalayak umum yang terkena outcome atau kemanfaatan dari kepemimpinannya. Maka disinilah para follower dan publik memiliki kuasa untuk menilai dan mengkategorikan tipe apa para pemimpinnya.
Karena itulah maka hanya kepemimpinan yang unggul yang layak mendapatkan tempat di masyarakat. Kepemimpinan unggul inilah yang layak mendapatkan penghargaan dan penghormatan yang pantas. Mereka para pemimpin unggul yang memimpin dengan orientasi menjayakan dan menyejahterakan rakyatnya. Tantangan bagi kepemimpinan unggul dimasa kini dan masa depan.
Andakah salah satu pemimpin bangsa yang pantas diperhitungkan?
Salam hangat dari kami,
Danang Girindrawardana
Direktur LeadershipPark.